Copra Dryer Notes Pre-design worksheet · v2.0
Rekam hitungan
Lembar kerja teknik02 / 2026

Pra-Desain Burner LPG untuk Pengering Kopra Putih

Perkirakan kebutuhan panas, udara proses, dan LPG dengan neraca massa–energi yang saling konsisten.

Batas penggunaan

Estimasi penyaringan awal untuk pengering indirect-fired dengan 100% udara segar. Bukan spesifikasi final burner, blower, atau instalasi gas.

01

Definisikan kasus desain

1Batch dan target
2Udara masuk
Asumsi lanjutanBuka untuk meningkatkan keandalan

Nilai ini memengaruhi hasil. Ganti default dengan data ukur atau data vendor bila tersedia.

02

Rekomendasi awal

ESTIMASI

Rentang nameplate burner awal

kW

Beban rata-rata
LPG per batch
Air diuapkan
Udara proses segar

Jalur udara dan kelembapan

Bukan gambar konstruksi
Proses pengering kopra putih indirect-fired Udara lingkungan melewati heat exchanger LPG, masuk ke ruang pengering, lalu keluar membawa air yang diuapkan. Udara lingkungan Heat exchanger Udara suplai Ruang pengering Udara buang

Ke mana energi pergi

Pemeriksaan dan batasan

    03Interpretasi

    Apa arti hasil ini?

    Beban rata-rata

    Energi bahan bakar rata-rata yang diperlukan sepanjang target durasi. Burner tidak selalu menyala pada angka ini.

    Rentang nameplate

    Beban rata-rata dikalikan faktor desain 1,20–1,40 dan dibulatkan ke 5 kW berikutnya. Vendor harus memeriksa turndown dan kontrol.

    Udara proses

    Debit udara segar minimum dari neraca. Ini bukan total sirkulasi dalam tray dan bukan otomatis ukuran blower.

    Sistem LPG

    Gunakan laju kontinu dan desain saat meminta regulator, manifold, atau vaporizer. Jumlah tabung tidak boleh ditentukan dari massa tabung saja.

    04Jejak data

    Asumsi yang membentuk hasil

    ItemNilaiStatus
    05Serah-terima

    Bawa data ini ke engineer dan vendor

    • Rentang nameplate, beban rata-rata, dan durasi kontinu.
    • Laju LPG rata-rata dan desain dalam kg/jam.
    • Komposisi LPG, tekanan regulator, suhu minimum lokasi, dan jenis withdrawal.
    • Debit udara segar, kebutuhan sirkulasi tray, dan pressure drop sistem.
    • Material heat exchanger, proteksi flame failure, interlock fan, dan kontrol suhu.
    • Uji pengeringan produk untuk mutu, warna, FFA, jamur, dan waktu aktual.
    Permintaan LPG untuk vendor
    06Metode, persamaan, dan batas modelBaca metode
    1

    Neraca massa wet basis

    Md = M1(1 − X1) · M2 = Md/(1 − X2)

    Padatan kering dipertahankan; selisih massa awal dan akhir adalah air yang harus dipindahkan.

    2

    Sifat udara lembap

    ω = 0.621945 pv/(P − pv) · h = 1.006T + ω(2501 + 1.86T)

    Tekanan dihitung dari elevasi. Debit volumetrik memakai specific volume udara lembap, bukan densitas tetap.

    3

    Solusi massa–energi terkopel

    mda3 − ω1) = ΔMw · mda(h2 − h3) = ΔHproduct+rack + Qwall+bound

    Kelembapan buang dan aliran udara diselesaikan bersama. Solusi jenuh, negatif, atau tanpa head entalpi ditolak.

    4

    Burner dan bahan bakar

    Pgross = Qair/(τ ηHX) · mLPG = Qgross/LHV

    Rentang nameplate adalah envelope pra-desain, bukan kurva kinetika atau rekomendasi merek.

    Tidak dimodelkan

    Resirkulasi, heat recovery, pressure drop, fan power, distribusi tray, kebocoran pintu dinamis, cuaca per jam, dan kinetika produk. Tambahkan model khusus sebelum desain final.

    Konstanta model

    cₚ kopra kering 1,80 kJ/kg·K; cₚ air cair 4,184 kJ/kg·K; cₚ baja 0,49 kJ/kg·K; koefisien film dalam/luar 10/15 W/m²·K. Kalor laten air berubah terhadap suhu.

    07Sumber

    Dasar referensi

    1. FAO — Coconut Post-harvest OperationsPedoman kadar air dan praktik pengeringan kopra.
    2. Kementerian Pertanian RI — SNI 01-3946-1995 summaryRingkasan mutu kopra dan batas kadar air.
    3. Bharatgas — LPG ManualContoh ketergantungan continuous withdrawal pada tipe tabung.
    4. Liquid Gas UK — Code of Practice 33Contoh variasi vapor offtake berdasarkan ukuran dan jenis LPG.